Rabu, 26 Juni 2019

Prinsip dan Fungsi Dasar Animasi


Prinsip dan Fungsi Dasar Animasi

Animasi mempunyai 12 prinsip yang diciptakan oleh animator Disney, Frank Thomas & Ollie
Johnston yang diperkenalkan lewat buku “The Illusion of Life : Disney Animation”. 12 Prinsip Animasi tersebut adalah :
  1. Squash & Stretch
  2. Anticipation
  3. Staging
  4. Straight ahead action & Pose to Pose
  5. Follow Through & Overlapping Action
  6. Slow In & Slow Out
  7. Arcs
  8. Secondary Action
  9. Timing
  10. Exaggeration
  11. Solid Drawing
  12. Appeal

Animasi yang berjudul Animasi Pendek Terbaru (kompetisi) dibawah ini menggunakan beberapa prinsip animasi, yaitu :



      1)       Timing (Pengaturan Waktu)
Timing ditentukan dari jumlah frame in between yang diantara gerakan suatu benda atau karakter. Semakin sedikit jumlah frame maka gerakan menjadi semakin cepat dan sebaliknya.
Alasannya karena pada animasi ini terdapat adegan pengaturan waktu yang menentukan pada detik/frame keberapa sebuah kertas yang dilemparkan kemudian masuk ke dalam tempat sampah.

      2)      Appeal (Daya Tarik)
Appeal merupakan penampakan dari sebuah karakter yang terlihat mempunyai karisma tersendiri dan menarik untuk dilihat. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan untuk memperkuat appeal, yaitu :
-          Shape yang bervariasi
-          Bermain dengan proporsi
-          Tetap sederhana (simple)

Alasannya karena pada animasi ini tokoh utamanya memiliki karakter dan gaya bicaranya yang unik, juga memliki design karakter yang sederhana sehingga lebih mudah diingat

      3)      Slow In and Slow Out
Slow in dan slow out merupakan gerakan perlambatan yang terjadi pada awal dan akhir suatu animasi. Animasi yang tidak memiliki perlambatan sama sekali akan terkesan sangat kaku.
Alasannya animasi ini terdapat adegan slow in dimana sebuah kertas yang dilemparkan melambung tinggi dengan gerak yang lambat, kemudian menjadi cepat saat masuk ke dalam tempat sampah.

Fungsi prinsip animasi yang diterapkan yaitu untuk membuat animasi yang di buat lebih menarik, dramatis, dan memperlihatkan gerakan yang alami.


Kamis, 17 Januari 2019

Sistem Jaringan Saraf Tiruan (Artificial Neural Network)

Sistem Jaringan Saraf Tiruan (Artificial Neural Network)


DEFINISI

Jaringan Saraf Tiruan (JST) atau dalam bahasa inggrisnya adalah Artificial Neural Network (ANN) atau juga disebut Simulated Neural Network (SNN), adalah suatu jaringan yang dibuat menyerupai otak manusia dalam menerima informasi dan juga dalam memecahkan suatu masalah seperti pengenalan pola atau klasifikasi dalam suatu proses pembelajaran. JST ini juga belajar dari suatu contoh sama seperti manusia.

SEJARAH

Pada beberapa tahun terakhir ini, Jaringan Saraf Tiruan terus berkembang dengan pesat. Dalam perkembangan JST ini terdapat orang orang yang berhasil mengembangkan JST, seperti pada pertama kali JST di temukan pada tahun 1943 oleh Waffen McCulloch dan Walter Pitts yaitu yang merancang model formal yang pertama kali sebagai perhitungan dasar neuron pada jaringan syaraf. Lalu pada tahun 1949, Donald O.Hebb memperkenalkan teori yang menjelaskan pembelajaran yang dilakukan oleh neuron yang kini dikenal dengan konsep Hebbian Learning. Pada tahun 1954, Farley dan Clark mensetup model-model untuk relasi adaptif stimulus-respon dalam jaringan random. Pada tahun 1958, Rosenblatt mengembangkan konsep dasar tentang perceptron untuk klasifikasi pola. Pada tahun 1960 Widrow dan Hoff mengembangkan ADALINE untuk kendali adaptif dan pencocokan pola yang dilatih dengan aturan pembelajaran Least Mean Square. Pada tahun 1969 Minsky dan Papert mengemukakan keterbatasan yang dimiliki perceptron, hanya mampu memproses 14 dari 16 fungsi logika, terutama mereka tidak dapat memproses fungsi exclusive-OR. Pada tahun 1974, Webos memperkenalkan algoritma backpropagation untuk melati perceptron dengan banyak lapisan. Pada tahun 1975, Little dan Shaw menggambarkan jaringan syaraf menggunakan model probabilistic. Pada tahun 1982, Kohonen mengembangkan metode pembelajaran jaringan syaraf yang tidak terawasi (unsurpervised learning) untuk pemetaan. Pada tahun 1982, Grosberg mengembangkan teori jaringan yang terinspirasi oleh perkembangan psikologi. Bersama Carpenter mereka mengenalkan sejumlah arsitektur jaringan, Adaptive Resonance Theory (ART), ART2 dan ART3. Di taun 1982 juga, Hopfield mengembangkan jaringan syaraf recurrent yang dapat digunakan untuk menyimpan informasi dan optimasi. Pada tahun 1985, Algoritma pembelajaran dengan menggunakan mesin Boltzmann yang menggunakan model jaringan syaraf probabilistic mulai dikembangkan. Yang terakhir pada tahun 1987, Kosko mengembangkan jaringan Adaptive Bidirectional Associative Memory (BAM).

KONSEP DASAR

Pada Jaringan Saraf Tiruan ini berprinsip sama seperti cara kerja otak manusia dimana terdapat neuron neuron yang saling berhubungan dengan sel sel saraf lainnya, yang nantinya sel saraf ini mampu mengolah berbagai informasi, dimana pada saraf otak manusia informasi yang masuk ini akan diterima oleh dendrit, yang kemudian dijumlahkan di dalam nucleus lalu dikirim melalui batang sel ke dendrit akhir. Untuk konsep JST, informasi inputan atau masukkannya (x1, x2, x3, …) dikalikan dengan bobot w dan dijumlahkan dengan bobot bias b. Hasil perkalian dan penjumlahan a akan diaktifkan dengan menggunakan fungsi aktivitas F untuk mendapatkan keluaran jariangan Y




STUDI KASUS

Contoh studi kasus yang saya dapatkan adalah sebuah jurnal dari R.Ayu Mahessya, S.Kom, mahasiswa dari Universitas Putra Indonesia YPTK Padang, yang berjudul Memprediksi Kecerdasan Siswa Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Berbasis Algoritma Backpropagation (Studi Kasus di LP3I Course Center Padang).
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sistem jaringan syaraf tiruan dengan metode backpropagation untuk mengetahui tingkat kecerdasan siswa, sehingga tidak lagi meleset dan tepat pada sasaran yang diharapkan.
Dalam menganalisa data dan penentuan pola, ada beberapa faktor yang digunakan untuk memprediksi kecerdasan siswa sebagai siswa yang brilliant, yaitu:
1). Kreatifitas (Creative), untuk melahirkan sesuatu yang baru baik gagasan maupun karya nyata.
2). Akademik (Knowledge), kemampuan intelektual dari siswa dalam menyelesaikan pertanyaan yang diberikan.
3). Kepribadian (Personality), untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan kepadanya.
Lalu dalam perancangan menggunakan algoritma backpropagation, terdapat tahap pelatihan, transformasi data, analisa algoritma backpropagation, dan perancangan.



REFERENSI








Minggu, 01 Juli 2018

Aplikasi Sederhana Peminjaman Buku di Perpustakaan

Aplikasi Peminjaman Buku di Perpustakaan

Tugas Softskill
2KA25
Novinda Prasasti (15116503)
Osvaldo Rioz (15116697)
Sintia Dwi Aryani (17116066)
Yunus Panca (17116870)






Minggu, 03 Juni 2018

TEKNOLOGI MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI BERBASIS MOBILE DAN WEB


TEKNOLOGI MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI BERBASIS MOBILE DAN WEB

Manajemen Layanan Sistem Informasi (MLSI) adalah suatu yang melaksanakan pelayanan dalam perusahaan atau organisasi yang bersifat manajerial, kegiatan operasi serta menyediakan laporan-laporan yang diperlukan. Pengembangan dalam MLSI ini dapat berbasis mobile, web dan desktop.

Manajemen Layanan Teknologi Informasi (ITSM) yaitu metode pengelolaan sistem teknologi informasi yang terpusat pada perspektif konsumen layanan teknologi informasi terhadap bisnis perusahaan. ITSM mengarah pada keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh organisasi untuk merencanakan, mendesain, mengoperasikan, dan mengendalikan layanan pada pelanggan.



Tugas
  • Jelaskan macam macam layanan manajemen SI
1)      ITIL (Information Technology Infrastructure Library)
Sebuah konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan serta operasi teknologi informasi.
2)      ASL (Application Service Library)
Kumpulan dari pedoman praktek terbaik tentang pengelolaan, pengembangan dan pemeliharaan aplikasi. ASL ini adalah sebuah famework untuk proses manajemen aplikasi.
3)      COBIT (Control Objective For Information and Related Technology)
Digunakan untuk menjalankan penetuan atas IT dan meningkatkan pengontrolan IT. COBIT juga berisi tujuan pengendalian, petunjuk audit, kinerja dan hasil metric, factor kesuksesan dan maturity model.


  • Jelaskan dan sebutkan macam-macam teknologi manajemen layanan sistem informasi, beserta contoh !

Contoh dari teknologi manajemen layanan sistem informasi adalah payroll.
Payroll adalah sebuah administrasi penggajian yang merupakan pekerja rutin dan termasuk bagian yang terpenting dari suatu perusahaan yang mempunyai karyawan atau pegawai.
  • Sebut dan jelaskan strategi desain dalam merancang manajemen layanan sistem informasi
-          Perspektif : Visi untuk menentukan arah dan tujuan dalam bertahan dalam pasar dunia.
-          Position : Memanfaatkan keunikan posisi sebagai dasar untuk berkompetisi.
-          Plan : Rencana bagaimana provider layanan akan meraih visinya.
-          Pattern : Pola dasar yang dilakukan berulang dalam pengambilan keputusan yang biasanya berdasarkan tema pokoknya.
  • Perlukah keamanan untuk manajemen layanan sistem informasi? Alasannya?
Keamanan dalam menjaga manajemen layanan sistem informasi sangat penting, karena apabila tidak ada keamanan untuk menjaga data yang telah masuk ke dalam databasenya, maka akan ada pencurian data dan pencurian identitas
  • Sebutkan macam-macam aplikasi berbasis mobile dan web untuk manajemen layanan sistem informasi dan ss dari masing masing tampilan webnya.

web

Mobile






Kamis, 12 April 2018

Strategi dan Design Layanan Sistem Informasi


STRATEGI DAN DESIGN LAYANAN SISTEM INFORMASI

Blog kali ini saya akan membahas tentang strategi layanan sistem informasi dan design layanan sistem informasi. Pertama saya akan membahas Strategi dari layanan sistem informasi ini, Strategi adalah suatu rancangan yang dibuat untuk membantu organisasi dalam sebuah persaingan. Dalam layanan sistem informasi ini, strategi dibuat karena untuk  memberikan layanan yang lebih baik dari pelayanan yang sebelumnya. Ada empat strategi dalam menjalankannya:
  • Perspektif      : Visi untuk menentukan arah dan tujuan dalam bertahan dalam pasar dunia.
  • Position         : Memanfaatkan keunikan posisi sebagai dasar untuk berkompetisi.
  • Plan               : Rencana bagaimana provider layanan akan meraih visinya
  • Pattern           : Pola dasar yang dilakukan berulang dalam pengambilan keputusan yang biasanya berdasarkan tema pokoknya.

Selanjutnya saya akan membahas apa itu Design layanan sistem informasi, dimana setelah kita menentukan suatu strategi kita harus membuat designnya untuk mendapatkan suatu hasil yang baik. Peranan design layanan sistem informasi sangat penting dalam suatu bisnis untuk memenuhi suatu kebutuhan bisnis di masa sekarang dan masa depan bisnis. Tujuan dari sasaran design layanan dalam bisnis ini salah satunya adalah desain keamanan dan kerentanan infrastuktur TI, lingkungan layanan, arsitektur, kerangka kerja, dan dokumen untuk menunjang desain dari kuaitas solusi TI.

Contoh Design Interface dari Brainly.co.id adalah:

Brainly (Brainly.co.id) adalah sebuah situs jaringan pembelajaran secara online, dimana situs ini adalah tempat yang dibuat untuk para pelajar menanyakan atau mengerjakan tugasnya dan tugas atau pertanyaan tersebut akan di bantu oleh orang lain.

Ini adalah tampilan awal ketika kita membuka situs Brainly.co.id


Tampilan dibawah ini adalah dimana kita harus mengisi data untuk mendaftar akun baru.


Tampilan dibawah ini adalah tampilan login ketika kita sudah mempunyai akun.


Tampilan saat sudah masuk ke Brainly.co.id


Tampilan pilihan tingkatan sekolah.


Tampilan pilihan pertanyaan yang ingin dilihat.


Tampilan pilihan mengenai mata pelajaran yang ditanyakan


Tampilan pilihan tantangan pertanyaan yang disediakan.


Tampilan tingkatan pengguna tercerdas sesuai poin yang didapat.





Referensi:


Selasa, 27 Maret 2018

Manfaat Manajemen Layanan SIstem Informasi


MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI

Berikut ini adalah manfaat dari Manajemen Layanan Sistem Informasi, yaitu:
  • Kita dapat dengan mudah untuk mengidentifikasi kebutuhan yang kita butuhkan, dengan begitu kita dapat dengan mudah melakukan pekerjaan.
  • Dengan menggunakan layanan ini, kita dapat menghemat biaya dan juga mendapatkan banyak pendapatan.
  • Meningkatkan akses data yang cepat dan akurat.

Contoh dari Teknologi Manajemen Layanan Sistem Informasi ini, yaitu:

Aplikasi Brainly
            Brainly (Brainly.co.id) adalah sebuah situs jaringan pembelajaran secara online, dimana situs ini adalah tempat yang dibuat untuk para pelajar menanyakan atau mengerjakan tugasnya dan tugas atau pertanyaan tersebut akan di bantu oleh orang lain. Walaupun pelajaran tersebut sudah dipelajari disekolah, tapi saat mengerjakan tugas dirumah pasti kita juga mengalami kesulitan, maka dengan adanya situs ini kita bisa terbantu dalam menyelesaikan tugas dengan mudah. Brainly ini merupakan jaringan pembelajaran terbesar yang ada di Indonesia, situs ini memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Indonesia khususnya para pelajar, karena bisa berhubungan dan berkomunikasi satu sama lain untuk membahas materi apa saja yang dipelajari di sekolahnya.

            Ada sistem yang unik pada situs ini, yaitu adanya gelar atau peringkat untuk si pengguna. Para pengguna yang menjawab pertanyaan pengguna yang lain akan diberikan poin, lalu poin poin tersebut dikumpulkan untuk meraih peringkat di Brainly. Berikut ini beberapa peringkat atau gelar yang ada di brainly, yaitu:
- Pemula
- Gemar Membantu
- Ambisius
- Terpelajar
- Pakar
- Si Hebat
- Jenius

Itulah peringkat atau gelar yang ada di brainly, peringkat tersebut akan didapatkan sesuai dengan kemampuan kita menjawab pertanyaannya, lebih bermutu jawaban yang kita berikan akan lebih tinggi juga peringkat yang kita dapat

Referensi.


Manajemen Layanan SIstem Informasi


MACAM-MACAM MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI

            Tugas pada pertemuan kali ini adalah membahas tentang macam macam manajemen layanan sistem informasi. Sebelum membahas apa saja yang ada pada manajemen layanan sistem informasi, kita ketahui dulu apa itu Manajemen Layanan Sistem Informasi.
Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu bentuk metode pengolahan sistem Teknologi Informasi yang terpusat pada perspektif si pemakai layanan Teknologi Informasi terhadap suatu bisnis perusahaan. Layanan manajemen TI ini dilakukan oleh penyediaan layanan TI itu sendiri melalui kombinasi antara teknologi, manusia, proses dan infromasi.
Ada banyak macam macam manajemen layanan sistem informasi diberbagai bidang, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hperusahaan, dan lain-lain. Saya akan membahas pada bidang pendidikan. Pada bidang pendidikan ini ada berbagai macam manajemen layanan sistem informasi, yaitu:

-          E-Education

E-Education adalah sistem dibidang pendidikan yang berbasis elektronik, saat ini media utama e-education adalah internet. Kita bisa mengakses sistem ini dimana saja dan kapan saja secara mudah dengan menggunakan Mobile Education (m-education). Ruang lingkup e-education adalah:
§  System Informasi E-Education
§  Chatting
§  News Group
§  Web Page
§  Rencana Belajar
§  Konsultasi Elektronik
§  Video Conference
§  E-Books
§  E-News
§  E-Laboratory.

-          E-Learning

E-Learning adalah sebuah teknologi informasi dalam bidang pendidikan yaitu proses pembelajaran berbasis elektrokik, medianya kita bisa menggunakan komputer ataupun handpone. Ini adalah transformasi proses pembelajaran yang ada disekolah atau yang ada dikampus ke dalam bentuk digital.  
LMS (Learning Management System) yaitu sistem dan aplikasi dari e-learning, LSM adalah sistem yang memvirtualisasikan proses belajar mengajar konvensional

Referensi: