Kamis, 18 Januari 2018

Program Nilai Pada COBOL

MEMBUAT PROGRAM NILAI PADA COBOL

Pada laporan kali ini, kita akan membuat program dengan menampilkan nilai uts, uas, dan hasilnya. Berikut kodingan yang akan kita buat:


IDENTIFICATION DIVISION, untuk mengidentifikasi program yang kita buat.
PROGRAM-ID,  untuk pemberian nama program yang kita buat, disini kita memberi nama/judul OUTPUT.
AUTHOR, penulisnya yaitu Sintia
ENVIRONMENT DIVISION,  yaitu informasi peralatan apa yang digunakan pada program.
DATA DIVISION, pendeskripsian variabel-variabel dan jenis tipe data apa yang kita gunakan dalam program.
WORKING-STORAGE SECTION, untuk mendeklarasikan variable dan tipe data yang digunakan dalam program. Untuk pendeklarasiannya disini menggunakan level number 77, yaitu untuk mengawali data item yang berdiri sendiri, level number ini hanya boleh terdapat di working-storage section saja.
Pendeklarasian Nama menggunakan tipe data karakter, untuk NPM, UTS, UAS, dan Hasil menggunakan tipe data numeric, dan untuk Kelas menggunakan tipe data alphanumeric. Isi pada tanda “( )” adalah panjang karakter masing masing
SCREEN SECTION, berguna untuk mengatur tampilan di layar outputnya,
CLS dan BLANK SCREEN untuk membersihkan layar pada program.
INPUTAN ini untuk memberikan awalan pada record yang akan dibuat.
Line 3 Column 8 Value ‘MASUKKAN NAMA : ‘, yaitu pada layar output  kita akan memasukkan nama dengan outputnya berada di baris ke 3 kolom ke 8.
Column Plus 1 PIC A(20) to Nama, yaitu kita akan menginput nama di kolom +1 di baris yang sama.
PROCEDURE DIVISION, tempat untuk memulai statement yang akan kita buat.
Display INPUTAN, yaitu untuk menampilkan isi atau record dari “INPUTAN” pada output.
Accept INPUTAN, yaitu untuk menginput data pada isi atau record “INPUTAN”.
COMPUTE HASIL = (UTS * 0.7) + (UAS * 0.3), yaitu rumus untuk menentukan nilai hasil dari jumlah uts dan  uas.
Display (9.8) ‘HASIL :’,HASIL, yaitu mencetak hasil pada baris ke 9 kolom ke 8 pada output.
If Hasil > 60 Display (11,8) ‘Anda Lulus’. Yaitu jika hasil yang diperoleh lebih besar dari 60, maka akan mencetak ‘Anda Lulus’ pada baris ke 11 kolom ke 8.
If Hasil <50 Display (11,8) ‘Anda Gagal’. Yaitu jika hasil yang diperoleh lebih kecil dari 50, maka akan mencetak ‘Anda Gagal’ pada baris ke 11 kolom ke 8.
STOP RUN untuk menghentikan programnya
Jika sudah, buka Dosbox untuk menjalankan programnya. Ketik “cobol (nama_file).cob” yaitu nama file yang telah disimpan. Jika tidak ada yang error kita ketik “runcobol (nama_file).cob” untuk menjalankannya. Maka outputnya adalah seperti ini:


File Sequential pada COBOL

File Sequential
Pada Laporan Akhir kali ini akan membuat program File Sequential pada COBOL, berikut adalah kodingannya.



IDENTIFICATION DIVISION, untuk mengidentifikasi program yang kita buat.
PROGRAM-ID,  untuk pemberian nama program yang kita buat.
ENVIRONMENT DIVISION,  yaitu informasi peralatan apa yang digunakan pada program.
INPUT-OUTPUT SECTION, organisasi secara sequential adalah organisasi file yang sifatnya berurutan, jadi jika ada data baru yang dimasukkan maka data tersebut merupakan record urutan terakhir.
INPUT-OUTPUT SECTION
FILE CONTROL
SELECT BARANG ASSIGN TO DISK
ORGANIZATION IS LINE SEQUENTIAL
ACCESS MODE IS SEQUENTIAL
Diatas adalah bentuk umum dari INPUT OUTPUT SECTION untuk mendeklarasikan file yang akan dibuat.
DATA DIVISION, pendeskripsian variabel-variabel dan jenis tipe data apa yang kita gunakan dalam program.
FILE SECTION, yaitu berisi file file yang dipakai didalam program, file ini ada bila dipergunakan file dalam bentuk simpanan disk atau printer.
FD BARANG itu untuk judul filenya
LABEL RECORD IS STANDARD, digunakan untuk disk-file yang mempunyai label
VALUE OF FILE-ID IS ‘BARANG.DAT’. yaitu untuk menunjukkan informasi mengenai file yang berisi data yang telah direkamkan tersebut.
DATA RECORD IS RECBARANG, yaitu untuk menunjukkan nama record pada file yang sifatnya optional.
RECBARANG, untuk memberi judul pada record ini
Nama-Barang Pic A(25), yaitu nama barang ini bertipe data alphabet yang panjang karakternya 25, Kode Barangnya bertipe data numeric yang panjang karakternya 3 dan Alamat Barangnya bertipe data alphanumeric dengan panjang karakternya 25.
WORKING-STORAGE SECTION, untuk mendeklarasikan variable dan tipe data yang digunakan dalam program.
Untuk menambahkan data :
Pilih ‘Y’, ‘y’ agar bisa menambahkan datanya
Pilih ‘T’, ‘t’ jika kita sudah selesai untuk menginput datanya.

SCREEN SECTION, berguna untuk mengatur tampilan di layar outputnya,
Hapus-Layar  memberi judul untuk Hapus-layar dan BLANK SCREEN untuk menampilkan blank pada layar output
INPUT-DATA, untuk mengawali record dengan judul Input Data
Line 5 Column 8 Value ‘Nama Barang : ‘, berarti pada layar output  akan muncul Nama Barang dengan outputnya berada di baris ke 5 kolom ke 8.
Column Plus 2 Pic A(25) to Nama Barang yaitu kita akan menginput Nama Barang di kolom +2 di baris yang sama.
PROCEDURE DIVISION, tempat untuk memulai statement yang akan kita buat.
Pada record Buka-File, akan membuka outputan barangnya
MULAI
DISPLAY (2, 16) ‘====PENGIRIMAN BARANG====’,  pada baris 2 kolom ke 16 akan tercetak ‘Pengiriman Barang’ pada outputnya.
DISPLAY INPUT-DATA, unruk menampilkan record Input Data sebelumnya
ACCEPT INPUT-DATA, yaitu untuk menginput barang pada outputnya
WRITE RECBARANG, untuk menuliskan record recbarang
DISPLAY (14, 8) ‘TAMBAH LAGI DATA (Y/T)?” , ini akan tercetak pada baris ke 14 kolom ke 8.
ACCEPT TAMBAH DATA, yaitu untuk menginput pilihan Y/T
IF YA GO TO MULAI, jika kita memilih Y maka kita akan menambahkan atau menginput datanya lagi
CLOSE BARANG, yaitu untuk menutup atau menyelesaikan record barang
STOP RUN untuk menghentikan programnya

Jika sudah, buka Dosbox untuk menjalankan programnya. Ketik “cobol (nama_file).cob” yaitu nama file yang telah disimpan. Jika tidak ada yang error kita ketik “runcobol (nama_file).cob” untuk menjalankannya. Maka outputnya adalah seperti ini:

VIRTUAL REALITY

VIRTUAL REALITY (VR)

            Kali ini saya akan membahas tentang teknologi Virtual Reality, yang seperti kita ketahui bahwa Virtual Reality merupakan teknologi simulasi komputer mengenai keadaan suatu lingkungan yang membuat penggunanya seakan akan dapat berinteraksi dengan lingkungan tersebut. Saat kita memakai peralatan VR, seakan akan kita bisa merasakan benar benar berada di lingkungan tersebut, namun jika kita melepaskan peralatannya, kita akan merasakan bahwa dunia tersebut tidak nyata, hanyalah dunia virtual yang sangat mirip dengan kenyataannya. Biasanya peralatan VR dilengkapi dengan berbagai peralatan guna untuk membuat kita merasakan bahwa kita berada di lingkungan tersebut, misalnya headset dan peralatan fisik lainnya,

Cara Kerja Virtual Reality (VR)
            Cara kerjanya adalah dengan memanipulasi otak manusia sehingga seolah-olah merasakan berbagai hal yang virtual terasa seperti hal yang nyata.  Saat sudah berada di dunia virtual tersebut, kita dapat melihat gambar dengan sudut pandang yang tidak terbatas, ke samping, belakang, atas, bawah, hingga 360 derajat. Jenis virtual yang bisa kita masuki yaitu mulai dari permainan, melihat kehidupan di bulan, bahkan ada dunia yang dimana kita diharuskan untuk aktif bergerak saar menggunakan VR.

Kelebihan dan Kelemahan Virtual Reality
Kelebihan Virtual Reality ini yaitu bisa digunakan untuk pelatihan khusus seperti simulator pesawat, untuk merancang bangunan atau denah rumah, dan dapat menghilangkan stress dengan memainkan game.

Kelemahan yang dapat kita rasakan adalah manusia kehilangan rasa realitas dan juga bagaimana cara berinteraksi di dunia nyata.



Rabu, 17 Januari 2018

Bentuk Jaringan Komputer

BENTUK JARINGAN KOMPUTER

            Jaringan komputer adalah rangkaian dari dua atau lebih komputer yang dihubungkan satu sama lain dengan sebuah sistem komunikasi, pada setiap komputer yang terjaring atau yang saling terhubung dapat saling tukar-menukar data, program, dan sumber daya komputer lainnya seperti media penyimpanan, printer, dan lainnya. Pada jaringan komputer yang menghubungkan beberapa komputer yang berada dilokasi berbeda dapat dimanfaatkan untuk mengirim e-mail, mengirim file data (upload), dan mengambil file data dari tempat lain (download).

Topologi atau Bentuk Jaringan Komputer:
Topologi Jaringan Mesh


            Topologi ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Topologi ini kurang ekonomis dan juga relatif mahal dalam pengoperasiannya karena tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan jumlah sentral yang terpasang.

Topologi Jaringan Bus

            Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi bus, topologi bus ini tidak umum digunakan untuk interkoneksi antar sentral tetapi biasanya digunakan pada sistem jaringan komputer.

Topologi Jaringan Bintang (Star).


            Pada topologi ini salah satu sentral dibuat sebagai sentral pusat, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan sistem mesh sehingga sistem ini menjadi lebih ekonomis, sentral pusat adalah sentral yang menanggung beban cukup berat jadi kemungkinan kerusakan pada sentral lebih besar.

Topologi Jaringan Pohon (Tree)

            Topologi ini disebut sebagai topologi jaringan bertingkat, topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda.

Topologi Jaringan Cincin (Ring)

            Untuk topologi cincin, setiap sentral harus dihubungkan satu dengan yang lain dan akan membentuk loop tertutup. Keuntungan dari topologi ini adalah tingkat kerumitan jaringannya sederhana, dan bila ada kerusakan pada sentral dapat dilewatkan pada arah lain pada sistem.



Perulangan COBOL

PERULANGAN PADA COBOL

Pada Laporan Akhir disini akan membuat perulangan pada COBOL, berikut adalah kodingan perulangan cobol


IDENTIFICATION DIVISION, untuk mengidentifikasi program yang kita buat.
PROGRAM-ID,  untuk pemberian nama program yang kita buat.
ENVIRONMENT DIVISION,  yaitu informasi peralatan apa yang digunakan pada program.
DATA DIVISION, pendeskripsian variabel-variabel dan jenis tipe data apa yang kita gunakan dalam program.
WORKING-STORAGE SECTION, untuk mendeklarasikan variable dan tipe data yang digunakan dalam program. Untuk pendeklarasiannya disini menggunakan level number 77, yaitu untuk mengawali data item yang berdiri sendiri, level number ini hanya boleh terdapat di working-storage section saja. Pendeklarasian A dan B menggunakan tipe data numeric
PROCEDURE DIVISION, tempat untuk memulai statement yang akan kita buat.
MULAI untuk memulai statementnya
PERFORM CETAK, yaitu perintah untuk menampilkan/ mencetak nilai yang akan diinput.
VARYING A FROM 1 BY 1 UNTIL A>5, yaitu program akan melakukan looping A sebanyak 5 kali secara satu persatu, jika perulangan A lebih dari 5 maka data hanya dibaca saja, tidak akan dicetak.
AFTER B FROM 1 BY 1 UNTIL B>A, yaitu perintah untuk melakukan perulangan setelah B secara satu persatu sampai B lebih besar dari A.
STOP RUN,  untuk menghentikan programnya.
CETAK, perintah untuk mencetak nilai pada output.
DISPLAY(,) A, yaitu untuk mencetak A pada output
IF B=A DISPLAY SPACE, jika nilai B sama dengan A maka akan mencetak spasi atau jarak pada outputnya.

Jika sudah, buka Dosbox untuk menjalankan programnya. Ketik “cobol (nama_file).cob” yaitu nama file yang telah disimpan. Jika tidak ada yang error kita ketik “runcobol (nama_file).cob” untuk menjalankannya. Maka outputnya adalah seperti ini:

Pada table dibawah ini, yang dicetak adalah nilai A, karena pada kodingannya adalah Display A.
A>5
B>A
Cetak A
1
1>1
2>1
1
2
1>2
2>2
3>2
2,2
3
1>3
2>3
3>3
4>3
3,3,3
4
1>4
2>4
3>4
4>4
5>4
4,4,4,4
5
1>5
2>5
3>5
4>5
5>5
6>5
5,5,5,5,5
6
1>6
2>6
3>6
4>6
5>6
6>6


Logika :
1.      Kondisi A=1, B>A dengan nilai B selalu dimulai dari 1:
-          1>1, dicetak 1 karena nilai 1 tidak memenuhi kondisi B>A.
-          2>1, nilai 1 tidak dicetak  karena nilai sudah sesuai kondisi. Lalu nilai 2 masuk kondisi baru.

2.      Kondisi A=2, nilai B selalu dimulai dari 1:
-          1>2, dicetak 2 karena nilai 1 tidak memenuhi kondisi B>A.
-          2>2, dicetak 2 karena nilai 2 tidak memenuhi kondisi B>A.
-          3>2, nilai 2 tidak dicetak karena nilai sudah sesuai dengan kondisi. Lalu nilai 3 masuk ke kondisi baru.

3.      Kondisi A=3, nilai B selalu dimulai dari 1:
-          1>3, dicetak 3 karena nilai 1 tidak memenuhi kondisi B>A
-          2>3, dicetak 3 karena nilai 2 tidak memenuhi kondisi B>A
-          3>3, dicetak 3 karena nilai 3 tidak memenuhi kondisi B>A
-          4>3, nilai 3 tidak dicetak karena nilai sudah sesuai dengan kondisi. Lalu nilai 4 masuk ke kondisi baru.

4.      Kondisi A=4, nilai B selalu dimulai dari 1:
-          1>4, dicetak 4 karena nilai 1 tidak memenuhi kondisi B>A
-          2>4, dicetak 4 karena nilai 2 tidak memenuhi kondisi B>A
-          3>4, dicetak 4 karena nilai 3 tidak memenuhi kondisi B>A
-          4>4, dicetak 4 karena nilai 4 tidak memenuhi kondisi B>A
-          5>4, nilai 4 tidak dicetak karena nilai sudah sesuai dengan kondisi. Lalu nilai 5 masuk ke kondisi baru.


5.      Kondisi A=5, nilai B selalu dimulai dari 1:
-          1>5, dicetak 5 karena nilai 1 tidak memenuhi kondisi B>A
-          2>5, dicetak 5 karena nilai 2 tidak memenuhi kondisi B>A
-          3>5, dicetak 5 karena nilai 3 tidak memenuhi kondisi B>A
-          4>5, dicetak 5 karena nilai 4 tidak memenuhi kondisi B>A
-          5>5, dicetak 5 karena nilai 5 tidak memenuhi kondisi B>A
-          6>5, nilai 5 tidak dicetak karena nilai sudah sesuai dengan kondisi. Lalu nilai 6 masuk ke kondisi baru.

6.      Pada kondisi ke 6, data hanya dibaca saja tidak dicetak karena kondisi A hanya diminta sampai kondisi ke 5